KoranBireuen - Parade seni tutur dengan kiasan masing-masing yang ditampilkan di Jamboe Apresiasi Seni Anjungan Seuramoe Bireuen, mampu menghipnotis ribuan pengunjung yang memadati halaman Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VI yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Jumat malam, 28 September 2013.
Parade Seni tutur yang dimainkan lima pelaku seni asal Aceh, masing-masing, Udin Pelor (step up comedy), Medya Hus dan Syeh Min (seumapa), Herman RN (hikayat) dan MC kocak, Apa Gense dan Ajerina.
Kelima peseni tutur tersebut bermain dengan gayanya masing-masing yang mengkombinasikan atraksi bertutur, hingga pada puncaknya akan menjadi sebuah parade.
Pada awal penampilan, Udin pelor dengan step up comedy-nya mampu menarik perhatian ribuan pengunjung. “Malam ini, saya akan bermain secara komedi,” kata Udin Pelor yang juga bintang film Cut Nyak Dhien ini.
Diakui udin Pelor, dirinya tidak pernah tahu, bila keahliannya dalam menghibur yaitu step up comedy. “Walau sudah tua tapi saya tetap setia menghibur pemirsa,” tutur udin pelor dan mendapat applus dari ribuan penonton.
Setelah beraksinya Udin Pelor, Jambo Apresiasi Seni Bireuen kembali dihibur dua peseni tutur handal, Medya Hus bersama Syeh Li. “Kami minta kepada pemerintah mari sama-sama membangun peradaban kembali dengan mengangkat seni tutur ban sigom Aceh,” demikian kata Medya Hus.
Medya Hus juga mengatakan, seni tutur adalah sebuah seni asal Aceh yang harus dipertahankan. “Kami masih hidup, semoga pejabat pemerintah mau mengangkat kembali seni tutur ini ke publik,” ungkap Medya Hus di depan ribuan pengunjung.
Herman RN, penghikayat muda Aceh, juga menyampaikan hal yang sama. “Mari sama-sama kita bangkitkan kembali seni bertutur, agar semua tahu bahwa seni tutur seperti Hikayat, Mop-Mop, Seumapa, Ca’e, Hiem dan sejenisnya adalah salah satu seni Aceh yang pernah jaya di masa para raja-raja,” ajak Herman RN.
(Zulhelmi Abdul Gani)
Sumber: koranbireuen.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar